rasanya seperti berdiri di tengah hujan tanpa atap.
Semua yang dulu terasa kukuh,
Hidup tidak selalu ramah.
Aku lelah berpura-pura kuat.
Ingin pulang.
Semua yang dulu terasa kukuh,
mimpi, rencana, harapan
pelan-pelan runtuh seperti rumah tua yang dimakan waktu.
Aku bermuara jauh, terlalu jauh mungkin.
sampai lupa seperti apa rasanya pulang.
Hidup tidak selalu ramah.
Ia mengajarkan dengan cara yang kasar.
Ia mengambil yang kita jaga,
merenggut yang kita cinta,
meninggalkan dengan pertanyaan yang tak kunjung selesai.
Di antara keramaian, aku merasa paling sepi.
Di antara tawa, aku paling sunyi.
Aku lelah berpura-pura kuat.
Lelah mengatakan “aku baik-baik saja” padahal hati hancur di banyak sisi.
Ingin rasanya berhenti sebentar, meletakkan semua beban.
Memeluk sesuatu yang terasa aman.
Ingin pulang.
Pulang ke diri yang dulu penuh harap.
Pulang ke pelukan yang tidak menghakimi.
Pulang ke tempat di mana air mata tidak perlu disembunyikan.
Bukan sekadar ke rumah dengan dinding dan atap.Tapi pulang ke rasa tenang.
Dan jika aku masih bisa berharap,
aku ingin percaya,
selalu ada jalan pulang, sejauh apa pun kita tersesat.